Prisma – Minggu, 01 Maret 2026, Terselenggaranya Cooking Class Ramadhan Santri Prisma Quranuna, yang di tentor dan narasumberi oleh Bunda Farida Ulyani (selaku pengasuh prisma Quanuna sendiri) memiliki kemanfaatan yang banyak bagi santri yang mengikuti cooking class tersebut. Bunda Farida sendiri, merupakan seorang pengusaha bisnis catering, yang setiap harinya bisa saja ada pesenan yang datang. Manfaat mengikutinya, ialah salah satunya untuk mengetahui cara membuat kue2 kering, dan kalau kata pakar kesehatan, juga termasuk theraphy jiwa untuk kesehatan mental.
Kegiatan Cooking class Ramadhan ini berlangsung di prisma 3, yang diawali pembukaan oleh Bunda farida Ulyani beserta para santri yang sudah mengjukan diri untuk mengikuti cooking class, bunda menyampaikan bahwa dulunya bisa memasak kue bukan dari kursus ataupun tentor, tapi beliau belajar otodidak dari Youtube dan resep google. Bunda juga memotivasi bahwa, “ kalau mau menerima ilmu, jangan langsung meng cut/stop kalau kita misal belum punya alatnya, ga ada modal buat belajar, dsb, maka nanti memang tidak akan benar-benar bisa”. Kemudian, dilanjut motivasi dari mba Refi dan mba bila, santri prisma 2 bunda yang suka membantu bunda memasak kue. Dari Mba Refi, mba refi awalnya suka masak dari rumah sendiri, diajarin neneknya, kemudian waktu mondok di prisma diajatri dan membantu bunda memasak kue, dan akhirnya makin mahir membuat kue. Kalau dari mba bila, dulu mba bila tidak suka memasak, karena waktu di prondok prisma bersama bunda, kemudian diajari bunda memasak, dan selalu belaja dari bunda serta mba refi, akhirnya bisa belajar memasak, motivasi dari mba bila “ kita semua pasti nanti akan menjadi seorang ibu, dan pasti ketika kita memasak di rumah kita nanti, dan masakan kita dirasa enak oleh keluarga, nanti pasti menjadi sebuah rasa yang mengenang di hati para anggota keluarga nantinya.”
Kemudian para santri dan bunda Farida Ulyani ke teras depan prisma 3 untuk melaksanakan praktek cooking class, kue yang pertama kali dibuat adalah kue mawar, dan yang kedua adalah nastar. Yang pertama yaitu Kue Mawar, dengan bahan-bahan yaitu : 500 gram Terigu Pita Merah, 400 gram Margarin, 200 gram gula halus, 1 butir trlur, 3 gram emplek, dan 1 vanili. Dan yang kedua yaitu Kue Nastar, dengan bahan-bahan yaitu : 400 gram Mentega, 5 butir kuning telur, 100 gram gula halus, 2 sdm susu bubuk, 500 gram terigu protein rendah, 2 sdm maizena, 3 butir kuning telur untuk olesan, selai nans untuk isi, kemudian santri prisma kemudian diajari bunda, mba bila, dan mba refi dari mengaduk adonan, mencetak, membuat bundaran kue, dan meng oven kue. Ini bagi santri seperti terapi kesehatan mental.*(Salsabila Syifa Ariyani)











Comment