by

Tradisi Tadarus Yang Tak Pernah Padam Di Pondok Pesantren Prisma Quranuna

-News-25 views

Kudus- Bulan Ramadhan adalah bulan yang ditunggu-tunggu oleh kita sebagai umat muslim dan di bulan Ramadhan yang penuh berkah ini pondok pesantren prisma quranuna di Desa Ngembalrejo, Conge, Kabupaten Kudus selalu punya suasana yang berbeda saat sebagian orang- orang lain menunggu sholat isya, dan sholat  tarawih , ada yang sambil ngemil, ngobrol bareng keluarga atau kegiatan lainnya tetapi di sini santri prisma quranuna menjalankan kegiatan di setiap malamnya yaitu tadarus tradisi Ramadhan yang selalu di amalkan oleh semua santri prisma quranuna.

Tradisi tadarus ini bukan kegiatan baru tetapi sudah ada Sejak berdirinya Pondok Pesantren Prisma Quranuna, kegiatan ini telah menjadi ruh Ramadhan yang tak pernah dilewatkan oleh santri-santri semua. Setiap tahun, suasana itu selalu terulang: lantunan ayat suci setiap malamnya memenuhi setiap sudut pondok, menciptakan ketenangan yang sulit ditemukan di luar lingkungan pesantren, karena Al-Quran merupakan petunjuk bagi orang yang bertaqwa, dan kita semua sebagai santri ingin menjadi umat yang bertaqwa kepada Allah SWT.

Di pesantren prisma quranuna ini santri-santrinya kurang lebih berjumlah 100 santriwati, menurut santri tadarus bukan sekadar rutinitas Ramadan. melainkan adalah suatu kebiasaan yang terus di jaga, bahkan ketika dunia di luar berubah begitu cepat.

Setiap selesai jamaah sholat magrib semua santri prisma quranuna berkumpul sesuai kelompok-kelompoknya dengan membentuk lingkaran kecil yang kelompoknya disini terdiri 1- 8 kelompok kemudian lanjut membaca alquran yang konsepnya yaitu dengan simak- simak an Tidak jarang bacaan dihentikan karena jika ada tajwid yang kurang tepat. Di situlah proses belajar terjadi ada yang mengoreksi, ada yang dikoreksi, dan semuanya belajar menerima perbaikan.

Sekilas di sini terlihat sederhana: duduk, baca dan menyimak, tapi di era zaman sekarang yang banyak sekali gangguan dari notifikasi, video-video pendek yang tidak ada habisnya, kebiasaan inilah yang memnbuat justru tidak sederhana.

Baca Juga  Menjemput Ramadan dengan Cahaya Tradisi: Catatan Santri dari Menara Kudus

Nah, di sinilah tadarus masih relevan termasuk dipondok pesantren.

Proses tadarus ini tidak cuma soal membaca di situlah mereka para santri belajar saling mengingatkan, saling sabar, dan saling menghargai. Beberapa santri bahkan melanjutkan membaca alquran selepas melaksanakan tadarus sambil menunggu sholat jamaah isya’ supaya target bacaan tercapai.

Pengasuh pondok pesantren, Dr. KH. Nur Said, S.Ag., M.Ag., menegaskan, tujuan tadarus bukan cuma khatam. “Kalau cuma selesai baca, itu gampang. Tapi apakah ayat-ayat itu bikin cara berpikir dan sikap kita berubah? Itu yang lebih penting,” ujarnya.

Ramadhan ini mungkin hanya berlangsung sebulan, namun tradisi tadarus yang dijaga di Pondok Pesantren Prisma Quranuna diharapkan tidak berhenti ketika bulan suci Ramadhan telah selesai. Disini bulan Ramadhan Lebih dari sekadar kegiatan malam hari, tapi tadarus menjadi bagian dari proses membentuk pribadi yang dekat dengan Al-Qur’an dan berusaha menjadikannya pedoman dalam kehidupan sehari-hari.

Tradisi ini bukan sekadar kegiatan tahunan. Tapi adalah suatu cahaya yang terus dijaga agar tak pernah padam.*(Aulia Annur Aeni)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed