Ramadhan sering dianggap sebagai bulan yang identik dengan peningkatan ibadah. Namun, di Pondok Pesantren Prisma Quranuna, Ramadhan tidak hanya dimaknai sebagai bulan untuk memperbanyak amal, tetapi juga sebagai waktu yang tepat untuk memperkuat semangat belajar dan budaya akademik santri.
Kegiatan dimulai sejak dini hari. Setelah sahur dan salat Subuh berjamaah, kami melanjutkan dengan ngaji kitab hingga pagi. Meskipun sedang berpuasa, aktivitas belajar tetap berjalan seperti biasa. Setelah ngaji pagi, para santri melanjutkan aktivitas perkuliahan sesuai jadwal masing-masing. Bahkan pada hari Senin dan Selasa ada ngaji kitab di masjid kampus pukul 07.30 pagi bagi yang tidak memiliki jadwal kuliah di jam pertama. Hal ini menunjukkan bahwa semangat menuntut ilmu tetap dijaga, meskipun jadwal cukup padat.
Budaya literasi juga tetap berjalan selama Ramadhan melalui program One Day One Article. Program ini dilaksanakan secara bergiliran, sehingga setiap hari ada satu santri yang bertugas menulis dan mempublikasikan artikel. Melalui kegiatan ini, santri belajar menuangkan gagasan secara terstruktur dan bertanggung jawab atas tulisannya. Selain itu, terdapat pula target One Day One Juz Al-Qur’an yang melatih konsistensi serta kedisiplinan dalam berinteraksi dengan Al-Qur’an.
Setelah berbuka dan salat Maghrib berjamaah, kegiatan dilanjutkan dengan tadarus bersama. Tadarus bukan hanya sekadar membaca, tetapi juga melatih ketelitian dalam bacaan dan menjaga kekompakan. Setelah salat Isya dan tarawih, terdapat kultum singkat yang sudah dijadwalkan secara bergiliran. Kegiatan ini melatih keberanian berbicara di depan umum serta kemampuan menyampaikan materi secara runtut dan jelas.
Pada hari Sabtu dan Minggu, diadakan pula kegiatan pengembangan diri seperti seminar tentang algoritma, kelas konseling, dan cooking class. Kegiatan ini menambah wawasan serta menunjukkan bahwa pembelajaran di pesantren tidak hanya terbatas pada kitab, tetapi juga terbuka terhadap ilmu dan keterampilan yang relevan dengan perkembangan zaman.
Dari berbagai kegiatan tersebut, dapat terlihat bahwa Ramadhan di pesantren bukan hanya tentang memperbanyak ibadah, tetapi juga tentang menjaga konsistensi belajar. Disiplin waktu, tanggung jawab, serta semangat literasi tetap tumbuh selama bulan suci ini. Dengan demikian, Ramadhan benar-benar menjadi momentum untuk memperkuat budaya akademik di pesantren, di mana nilai spiritual dan semangat keilmuan berjalan beriringan.











Comment