Sabtu (9/4) Pesantren Riset Sains-Spiritual Modern Al Qur’an (PRISMA) Quranuna menyelenggarakan pelatihan kelas memasak (cooking class) dengan maksud menjadikan santri pandai membuat kue, hal ini disampaikan oleh pengasuh pesantren, KH Nur Said.
Kegiatan itu diselenggarakan dalam rangka mengisi kegiatan posonan yang bertempat di lantai dua pesantren, yakni dalam program PRISMAGUNA (Program Intensif Santri dan Mahasiswi Siap Guna). Kegiatan tersebut diikuti puluhan mahasantri.
Pelatihan yang dilaksakan pagi hari itu dibimbing langsung oleh Hj. Farida Ulyani yang sekaligus sebagai pengasuh Pesantren Prisma Quranuna. Dalam pelatihan tersebut para santriwati terlihat bersemangat mengikuti setiap tahapan memasak.
Dalam pelatihan perdana itu, terlihat santriwati belajar membuat kue mawar. Hj. Farida mengungkapkan, resep yang dibagikan sangat sederhana, mudah ditemui dan murah harganya. “Agar santriwati dapat mecobanya sendiri di rumah. Jadi saya memilih resep-resep yang sekiranya bisa ditiru sendiri,” ungkapnya.
Sembari praktik memasak, ia juga menjelaskan dengan rinci dan runtut setiap langkah dan bahan-bahan yang digunakan. Menurutnya ini perlu agar santriwati tidak bosan sehingga antusias dalam mengikuti kegiatannya.
Salah satu santriwati, Nurul Mahmudah mengaku senang dan antusias dengan adanya kegiatan pelatihan itu. “Apalagi diberikan kesempatan untuk mencoba mencetak kue mawar dan mencoba langsung kue tersebut,” jelasnya.
Ia mengaku, cara pembuatannya yang sederhana, menjadikan ia dan teman-temannya dapat berkreasi dalam mencetak kuenya. “Padahal sebenarnya kami diarahkan jika dalam satu loyang diisi dengan bentuk yang sama, karena jika berbeda maka waktu matangnya akan berbeda pula,” tuturnya.







Comment