by

PrismaQu dan Jamaah Nur Madina Satukan Langkah, Perkuat Dakwah Kolaboratif di Bawah Spirit Al Mawaddah

-News, Ramadan-40 views

Kudus, Jumat (27/2/2026) — Suasana hangat penuh kebersamaan menyelimuti Aula PRISMAGA saat santri Pesantren Prisma Quranuna (PrismaQu) menggelar kegiatan buka puasa bersama yang berkolaborasi dengan Jamaah Nur Madina, bagian dari Kelompok pengajian Pesantren Al Mawaddah Kudus.

Sebanyak 100 santri PrismaQu mengikuti kegiatan ini dengan penuh antusias, didampingi oleh pengasuh Abah Dr KH Nur Said dan Bunda Hj. Farida Ulyani, M.Pd. Kolaborasi ini menjadi wujud nyata dakwah berbasis sinergi keumatan yang tidak hanya bersifat seremonial, tetapi juga transformatif.

Jamaah Ibu-Ibu yang Bergerak untuk Umat

Menariknya, Jamaah Nur Madina berawal dari sekumpulan ibu-ibu yang sebelumnya merupakan sesama wali murid di sebuah sekolah. Dari kebersamaan sebagai orang tua, tumbuh kesadaran untuk membangun jamaah yang lebih bermakna. Mereka kemudian rutin berkumpul dalam majelis taklim, memperdalam ilmu agama melalui kegiatan ngaji, serta menggerakkan aksi sosial berbagi untuk masyarakat di bawah asuhan Bu Nyai Siti Khadijah dan Abah DR. KH. Sofiyan Hadi, Pesantren Al Mawaddah.

Ngaji dan berbagi menjadi dua pilar utama gerakan mereka. Spirit kebersamaan tersebut kini berkembang menjadi gerakan keumatan yang memberi dampak luas. Program berbagi kebahagiaan Ramadan bersama santri PrismaQu merupakan salah satu bentuk nyata komitmen mereka untuk terus menebar manfaat. Artinya keberadaan pesantren satu dengan pesantren lainnya bisa saling kolaborasi untuk kemaslahatan umat.

Dakwah Kolaboratif yang Menguatkan

Rangkaian kegiatan diawali dengan ngabuburit edukatif berupa tadarus Al-Qur’an dan pengajian kitab salaf. Aktivitas ini bukan sekadar pengisi waktu menjelang berbuka, tetapi juga mempertebal dimensi spiritual dan intelektual santri di bulan suci.

Momentum berbuka bersama menjadi simbol syukur dan persaudaraan. Dalam sesi refleksi setelah salat Maghrib berjamaah, Abah Nur Said menyampaikan pesan mendalam tentang makna memberi:

Baca Juga  Mahasantri Prisma Quranuna Peringati Nuzulul Qur’an dengan Revitalisasi Spirit Iqra’

“Mendapat ta’jil itu memang menyenangkan. Namun perlu dingat pesan para hukama, tangan di atas itu lebih baik daripada tangan di bawah (Al yadul ulya khairun minal yadis sufla). Maka sharing is caring (berbagi itu peduli). Semoga kita makin mandiri dan kaya agar bisa berbagi bersama.”

Pesan tersebut disambut penuh perhatian oleh para santri. Kemandirian dan keberdayaan ekonomi diposisikan bukan semata-mata untuk kepentingan pribadi, tetapi sebagai sarana memperluas manfaat sosial.

Tidak kalah menginspirasi, Bunda Farida Ulyani dalam arahannya menekankan dimensi spiritual dari tindakan memberi:

“Kita selalu merasa senang ketika diberi. Namun percayalah, orang yang berada pada posisi sebagai pemberi akan merasakan kebahagiaan yang lebih besar. Ramadan adalah momentum melatih diri untuk menjadi tangan di atas, menjadi pribadi yang peduli, mandiri, dan siap berbagi untuk kemaslahatan umat.”

Penekanan Bunda Farida menggarisbawahi bahwa memberi bukan sekadar aktivitas sosial, melainkan proses pembentukan karakter dan latihan kepemimpinan spiritual.

Spirit Al Mawaddah: Ukhuwah dalam Aksi

Kegiatan kemudian ditutup dengan salat Isya dan Tarawih berjamaah serta kultum Ramadan oleh santri yang bertugas. Kebersamaan yang terjalin antara santri PrismaQu dan Jamaah Nur Madina mencerminkan kuatnya ukhuwah Islamiyah yang dibangun atas dasar ilmu dan kepedulian.

Kolaborasi ini menunjukkan bahwa gerakan keumatan dapat tumbuh dari ruang-ruang sederhana, dari para ibu wali murid yang rutin mengaji, lalu bergerak berbagi, hingga akhirnya membangun sinergi dengan pesantren. Di bawah spirit Al Mawaddah, dakwah tidak hanya disampaikan melalui lisan, tetapi diwujudkan melalui aksi nyata, kepedulian sosial, dan komitmen membangun generasi mandiri yang siap memberi manfaat bagi umat termasuk bersama Pesantren PrismaQu makin menjadi Bahagia (HF Salsabila).

Baca Juga  Santri Gen-Z Antusias Ngaji Kitab Muqoddimah Al Qonun Al Asasi NU di UIN Sunan Kudus

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed