by

Upgrade Diri di Ramadhan: PRISMAGUNA Bahas Hypno-Learning & SMART Goals

-News, Ramadan-40 views

Yayasan Prisma Quranuna Indonesia (YAPQI) menyelenggarakan pertemuan kedua Program Intensif Santri Mahasiswa Siap Guna (PRISMAGUNA) Ramadhan 1447 H di Kudus pada 7 Maret 2026, bersamanya K. Ahmad Harisul Miftah, M.Ag. Pertemuan ini berfokus pada tema hypno-learning dan hypno-teaching sebagai pendekatan pembelajaran modern bagi santri.​

Dalam materi yang disajikan, santri diperkenalkan dengan berbagai aplikasi hypnosis seperti hypnotherapy, forensic hypnosis, stage hypnosis, hingga hypnosis untuk motivasi dan pemberdayaan diri. Santri juga dijelaskan bahwa hypnosis merupakan seni komunikasi dengan pikiran bawah sadar yang berhubungan erat dengan perubahan mental, penguatan kepercayaan diri, pengelolaan trauma dan fobia, hingga membantu program penghentian adiksi dan pengurangan berat badan.​

Pemateri memaparkan perbedaan peran pikiran sadar (conscious) dan pikiran bawah sadar (subconscious), termasuk ilustrasi bahwa potensi diri manusia didominasi oleh wilayah bawah sadar. Penjelasan dilanjutkan dengan bahasa sugesti, yang didefinisikan sebagai kata-kata sederhana, sesuai nilai otak kanan, dan diterima tanpa banyak analisis, serta pentingnya bahasa tubuh dan intonasi dalam komunikasi dibanding sekadar isi kata-kata.​

Selain itu, santri diajak memahami fungsi otak kiri dan otak kanan yang berhubungan dengan kemampuan analitis, logika, bahasa, seni, kreativitas, dan intuisi. Dari sana, pemateri mengaitkannya dengan konsep dasar hypnotherapy yang menekankan pentingnya pemilihan kata-kata program yang bersifat personal, saat ini, berulang, positif, dan emosional agar perubahan perilaku dan pola pikir lebih mudah tertanam.​

Sesi berikutnya membahas metode S.M.A.R.T. Goals sebagai salah satu pendekatan perencanaan diri yang sistematis. Mengutip konsep yang pertama kali dipopulerkan George T. Doran pada 1981, pemateri menjelaskan bahwa tujuan harus bersifat spesifik, terukur, dapat dicapai, relevan dengan visi jangka panjang, serta memiliki batas waktu yang jelas sebagai pemacu capaian. Di pertemuan tadi, santri juga diminta untuk mengisi keinginan yang ingin dicapai dalam waktu dekat dan dalam waktu panjang, sehingga pemaparan ini diarahkan agar santri mampu merancang target belajar dan pengembangan diri yang lebih terstruktur selama dan setelah Ramadhan.​

Baca Juga  Pesantren PrismaQu Awali Ramadhan dengan Lompatan Literasi Berbasis Algoritma

Melalui pertemuan kedua ini, PRISMAGUNA Ramadhan 1447 H berupaya membekali santri dengan keterampilan komunikasi bawah sadar dan perencanaan tujuan yang efektif. Harapannya, santri dan mahasiswa tidak hanya memahami konsep hypno-learning dan S.M.A.R.T. Goals secara teoritis, tetapi juga mampu mengaplikasikannya dalam proses belajar mengajar dan pengembangan karakter Islami di lingkungan masing-masing.*(Fadhilatus Shufa)

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed