International Academic Visit ke Korea Selatan memberikan pengalaman dan kesan yang mendalam bagi kami, Mahasiswa Pascasarjana Ilmu Manajemen IPB Angkatan 2018. Disamping karena sebagian besar dari kami belum pernah menginjakkan kaki di negeri ginseng tersebut tetapi juga memberikan pengalaman pembelajaran yang sangat berharga. Program International Academic Visit bertujuan untuk menambah wawasan mahasiswa di dunia internasional, serta mempelajari kehidupan di negara tujuan. Pengalaman luar biasa ini tidak hanya mendapatkan pengalaman melalui kunjungan di berbagai destinasi tetapi juga akan diperoleh insight lain berupa pengetahuan budaya, pendidikan, dan teknologi, Korea Selatan di pilih sebagai negara tujuan, karena merupakan negara maju, modern serta negara yang masih menjunjung tinggi nilai-nilai budaya.
Korea Selatan merupakan salah satu destinasi menarik seperti kami yang ingin belajar memahami karakter budaya masyarakat Asia Timur. Negara ini tidak hanya terkenal karena kecanggihan teknologi yang dimilikinya, akan tetapi mampu menjaga eksistensi kebudayanya ditengah maraknya ekspansi budaya barat ke Asia.
Kebudayaan Korea Selatan saat ini di belahan dunia telah viral berbagai konten yang berbau korea seperti K-Pop dan K-Drama. Lee Min Hoo, Choi Siwon, Girls Generation, 2NE1, Wonder Girls adalah beberapa artis dan girl band yang dikenal luas sampai ke mancanegara. Penggemarnya pun beragam, mulai anak-anak, dewasa hingga orang tua.
Pun dalam bidang teknologi, masyarakat Korea Selatan begitu fanatik dan percaya dengan teknologi buatan negaranya sendiri. Dapat dilihat melalui contoh kecil, misalnya produk dari pabrikan mobil buatan Korea seperti Hyundai Motor Company, Kia Motor Company dan Genesis. Mobil-mobil tersebut mampu bersaing dengan merek mobil lainya seperti mobil buatan Jepang maupun pabrikan buatan dari Eropa. Tidak hanya mensuplai kebutuhan pasar lokal, mobil pabrikan Korea juga di produksi untuk mencukupi kebutuhan pasar internasional..
Kemudian di bidang elektronik, merk Samsung maupun LG adalah dua merk ternama yang sudah dikenal oleh masyarakat dunia. Produk yang dihasilkan oleh kedua perusahaan tersebut sudah diekspor keseluruh dunia. Samsung dengan produk handphone-nya telah menguasai pasar internasional dengan keunggulan teknologi yang canggih dan awet serta bentuknya yang modis menjadikan samsung mampu bersaing dengan produk handphone sejenis. Begitupun dengan LG, walaupun pasarnya tidak sebesar Samsung, tetapi keberadaan LG menjadi produk elektronik pendukung yang juga di banggakan oleh masyarakat Negeri Ginseng tersebut.
Budaya Korea di Tengah Arus Modernisasi
Arus globalisasi menjangkit seluruh aspek kehidupan masyarakat, tak terkecuali Korea Selatan. Hampir seluruh wilayahnya sudah terkoneksi dengan teknologi modern dan canggih. Bagi kami, Seoul merupakan kota yang sangat indah, desainnya tertata rapi, dan bangunannya mempunyai ciri khas budaya Korea. Seoul merupakan destinasi wajib bagi wisatawan mancanegara untuk mengenal lebih dalam tentang korea selatan. Kelebihan dari kota ini adalah tempat berkumpulnya bagi setengah warga Korea Selatan dengan warga internasional, serta berada di atas Sungai Han, yaitu sungai legendaris yang memiliki sejarah panjang bagi warganya, karena berbagai peninggalan dinasti Joseon berada disana.
Kota Seoul juga mempunyai tempat yang unik yaitu Dongdaemun Market. Tempat ini adalah street fashion populer yang wajib dikunjungi. Dongdaemun Market atau Tongdaemun (DDM) bagi orang Indonesia mirip dengan Malioboro di Indonesia. Tempat ini perpaduan antara pasar tradisional dan pusat perbelanjaan modern.
Dongdaemun berlokasi di Jongno-gu, Seoul, Korea Selatan. Pada tahun 2002 Dongdaemun Market ditunjuk sebagai Pariwisata Zona Khusus dan dijadikan sebagai pusat perbelanjaan terpopuler serta tujuan wisata.
Lokasi lain yang membuat kami salut terhadap pemerintah korea selatan adalah terdapat beberapa bangunan cagar budaya yang berada di lingkungan kampus kota Seoul. Sampai sekarang bangunan kuno tersebut masih di lestarikan oleh pemerintah kota seperti di kampu Yonsei University dan Sungkyunkwan University. Keberadaan bangunan kuno disana masih terawat dengan sangat baik, bahkan menjadi ajang tempat wisata bagi masyarakat luas untuk memperkenalkan sejarah berdirinya kampus tersebut. Bangunan kuno yang berada di masing-masing kampus Yonsei University dan Sungkyunkwan University terlihat sangat indah dan menjadi simbol sejarah ditengah bangunan kampus yang modern dan canggih.. Melalui program campus visit, kedua kampus tersebut tidak hanya akan dikenal oleh masyarakat Korea sendiri, tetapi juga internasional seperti kedatangan kami, mahasiswa IPB.
Pada beberapa spot dikota Seoul, kami menemukan beberapa cagar budaya yang masih di rawat dan di lestarikan, seperti Changdeokgung Palace, Deoksugung Palace dan Bukchon Hanok Village. Kecintaan akan budaya nenek moyang ini, menunjukan masyarakat Korea Selatan sangat menghormati dan menghargai budayanya sendiri.
Budaya dan Kemajuan bangsa
Budaya merupakan sebuah simbol dan menjadi identitas suatu bangsa dan mempunyai peran yang sangat penting dalam membentuk ciri khas masyarakatnya. Budaya dapat dilhat dengan melihat cara hidup pada sekelompok orang yang telah diwariskan para leluhur kepada generasi penerusnya. Seorang ilmuwan bernama Edward Burnett Tylor mengatakan bahwa kebudayaan merupakan satu kesatuan yang kompleks, yang di dalamnya terdapat pengetahuan,kepercayaan, kesenian, moral, hukum, adat istiadat, dan keterampilan dari seseorang sebagai anggota masyarakat.
Korea Selatan terkenal dengan budaya masyarakatnya yang pekerja keras, ulet dan pantang menyerah. Menurut pengakuan tour guide kami, Mr.David mengatakan bahwa orang korea selatan tidak percaya terhadap sebuah bakat. Bagi mereka, bakat tidak terlalu penting dan tidak memberikan efek yang dominan pada kesuksesan seseorang. Menurutnya, belajar sungguh-sungguh yang ditunjang dengan disiplin tinggi akan mengahasilkan sebuah kesuksesan. Sejak dari kecil masyarakat korea telah diajarkan budaya displin dan belajar keras, termasuk dengan mengikuti kegiatan penunjang guna mengasah kemampuannya.
Pemerintah Korea Selatan dalam menumbukan rasa cinta warganya terhadap negaranya adalah dengan mewajibkan militer selama kurang lebih 2 tahun terhadap para pemudanya. Kegiatan ini diikuti oleh warganya yang memasuki usia 18 – 28 tahun. Namun, jika ada yang tidak ingin mengikuti wajib militer ini harus melalui syarat –syarat tertentu misalnya memperoleh prestasi pada bidang olah raga yang mewakili negara.
Pengaruh budaya dalam kemajuan suatu bangsa sangat erat kaitannya. Belajar dari Korea Selatan memberikan arti penting bahwa bekerja keras, sungguh-sungguh, ulet, dan tidak mengenal kata menyerah kelak akan menuai kesuksesan, yang nantinya tidak hanya bermanfaat bagi diri sendiri tetapi juga kemajuan bangsa.




Comment