by

PRISMA Luncurkan Gerakan Literasi Digital Ramadhan 1447 H: Dari Pesantren Menuju Panggung Global

-News, Ramadan-77 views

Memasuki awal Ramadhan 1447 H, Pondok Pesantren PRISMA Quranuna menandai langkah strategis dengan menggelar Rapat Koordinasi Tim Redaksi PRISMA pada Kamis, 19 Februari 2026, di kantor Pondok PRISMA 3. Rapat ini menjadi titik awal transformasi literasi pesantren menuju gerakan publikasi yang lebih progresif dan berdampak luas.

Rapat dipimpin langsung oleh pengasuh pondok, Dr. KH. Nur Said MA M.Ag yang menegaskan bahwa Ramadhan bukan hanya momentum spiritual, tetapi juga momentum intelektual dan digital. Dalam arahannya, beliau menekankan pentingnya konsistensi dan profesionalisme dalam publikasi berita.

“Minimal harus ada dua berita Ramadhan yang diunggah di web setiap minggunya,” tegas beliau.

Instruksi tersebut bukan sekadar target kuantitatif, melainkan komitmen membangun budaya literasi berbasis nilai. Setiap berita diwajibkan memenuhi standar jurnalistik 5W + 1H agar informasi yang dipublikasikan melalui platform Gusjigang Leadership tidak hanya aktual, tetapi juga sistematis, kredibel, dan edukatif.

Langkah konkret langsung diambil. Tim redaksi melakukan reorganisasi kepengurusan dan pembagian penanggung jawab publikasi mingguan selama satu bulan penuh. Skema ini dirancang untuk menciptakan ritme kerja yang terukur, kolaboratif, dan berkelanjutan.

Lebih jauh, program ini diarahkan untuk membangun ekosistem literasi pesantren yang adaptif terhadap perkembangan teknologi informasi. Website bukan lagi sekadar ruang dokumentasi, melainkan media strategis untuk membangun narasi, memperluas jejaring, dan memperkuat positioning pesantren di ruang publik digital. Dengan konsistensi publikasi, pesantren diharapkan mampu menjadi produsen wacana, bukan hanya konsumen informasi.

Gerakan Literasi Digital Ramadhan 1447 H juga menjadi sarana kaderisasi intelektual santri. Melalui proses peliputan, penulisan, penyuntingan, hingga publikasi, para santri dilatih berpikir kritis, sistematis, dan bertanggung jawab terhadap informasi yang disampaikan. Literasi tidak hanya dipahami sebagai kemampuan menulis, tetapi juga sebagai kemampuan membaca realitas dan menyampaikannya secara bermakna.

Baca Juga  PrismaQu dan Jamaah Nur Madina Satukan Langkah, Perkuat Dakwah Kolaboratif di Bawah Spirit Al Mawaddah

Di sisi lain, program ini mempertegas komitmen PRISMA Quranuna dalam merawat tradisi keilmuan pesantren sekaligus menjawab tantangan zaman. Ramadhan menjadi momentum konsolidasi spiritual sekaligus akselerasi produktivitas intelektual. Nilai ibadah dan nilai karya berjalan beriringan.

Program Literasi Ramadhan 1447 H ini diproyeksikan sebagai lebih dari sekadar dokumentasi kegiatan. Ia menjadi bagian dari ekosistem syiar digital pesantren—menghubungkan nilai lokal dengan ruang global, menjadikan Ramadhan sebagai ruang produksi gagasan, bukan hanya konsumsi informasi.

Dengan semangat ini, PRISMA Quranuna menegaskan diri sebagai pesantren yang tidak hanya menjaga tradisi, tetapi juga menggerakkan literasi menuju masa depan. Ramadhan tahun ini bukan hanya bulan ibadah, tetapi juga bulan kebangkitan narasi—dari pesantren untuk dunia.*(Bila).

Comment

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

News Feed